Membuat Efek Gitar Sendiri (DIY Guitar FX)

DSC_0093
DIY Guitar FX

Dimulai dari iseng belajar Arduino lagi, 2 bulan lalu dan ternyata sudah lupa lagi dasarnya. Kembali lagilah cari tutorial di google karena minimnya dokumentasi bahkan tidak ada 😀

Nah kegiatan searching di internet ini yang biasanya membuat saya suka nyasar ke sumber-sumber lain dan jadi ga fokus, hhe… Hingga akhirnya nyasar di situs www.generalguitargadgets.com, dari situlah keinginan saya muncul untuk memacu diri “kira-kira bisa gak ya bikin efek gitar sendiri”

Dulu juga saya pernah tertarik bikin efek gitar sendiri waktu jaman sekolah, berhubung dulu itu untuk menimba ilmu di internet masih belum terjangkau, ya jadinya cuma cita-cita aja.

Ok, karena udah ada yang berbaik hati untuk berbagi pengetahuan ga ada salahnya kalau saya manfaatkan dengan sedikit pengetahuan elektronika dasar yang saya dapat dari belajar Arduino dan bergaul sama tukang servis tv, bulatlah niat saya 😀

Efek gitar pertama yang saya buat adalah Distorsion Plus dan gagal alias ga bunyi, hhi… Kemungkinan sih saya salah membaca skema rangkainnya atau bisa juga saya salah dalam beli komponennya 😀

Percobaan demi percobaan, gagal terus kaka… Akhirnya saya coba membuat efek yang lain, yaitu Marshall™ Guv’nor™ Replica. Kali ini saya tidak langsung membuat PCBnya, tapi saya rangkai dulu di PCB bolong, tes tes dites, sepertinya OK, dan It’s work!

Dan selanjutnya saya kembali mencoba membuat efek Distostion Plus, cuma kali ini saya mencari referensi yang berbeda. Dan ketemulah blog elcoom, disini sipenulis sudah menyediakan layout PCBnya, sehingga saya tidak mesti membuat lagi layoutnya. Dan Distortion Plus kali menggunakan IC 4558, sedangkan pada percobaan saya yang pertama menggunakan IC 741. Dan setelah saya coba, yang ini juga berhasil.

Setelah itu saya juga membuat mini mixer, treble booster. Ya sementara ini sih rasa penasaran saya terpenuhi walaupun diotak masih ada ide-ide ini itu, tapi nantilah kalo ada waktu luang lagi… hhe…

Berikut demo efek gitar yang sudah saya buat… Happy watching and listening

Advertisements
Membuat Efek Gitar Sendiri (DIY Guitar FX)

Edit GoPro time-lapse dengan Vegas

Hari ini saya sengaja nyempetin waktu beresin/ngeraphin kamar yang udah hampir 2 bulan berantakan karena lebih asik belajar nyolder. Iseng ngerekam kegiatan tersebut pake kamera GoPro yang udah lama juga ga dipakai.

Sebelumnya kalo mo ngedit hasil time-lapsenya GoPro biasanya pake software bawaannya, tapi karena terlalu lama prosesnya; sekarang saya coba menggunakan software Vegas Pro 10.

Kebetulan caranya sudah ada yang share di Youtube, jadi ini hanya sebagai catatan saya aja 😀

1. Pertama, tentukan dulu nanti video akan dirender dengan frame-rate berapa.
2. Kemudian seting frame menjadi 1 per detik (atau 1 gambar per detik), caranya isi detik pada kolom New still image length (second) pada Tab Editing melalui menu -> Preferences -> Option
3. Rumus untuk mendapatakan 1 frame perdetik bisa dihitung dengan cara: 1/frame-rate. Misal jika nanti akan merender video dengan frame-rate 25 fps, maka 1/25=0.042 (0.042 yang diisi pada kolom New still image length (second)
4. Setelah itu masukan gambar yang akan diproses
5. Kemudian seting template pada project properties menjadi Match Media Settings (Pilih salah satu gambar sebagai acuan template)
6. Simpan sebagai project pertama

7. Buat project video baru dengan setingan frame-rate yang telah ditentukan pada awal tadi
8. Masukan/Import project pertama tadi kedalam project baru ini
9. Kemudian tambahkan lagu jika ingin
10.Proses Render.

Oia, setingan time-lapse pada GoPro saya set menjadi 1 gambar/10 detik. Proses capture dari jam 9.00 sampai 17.00, menghasilkan sekitar 1132 gambar (5,27GB).

Berikut ini, time-lapse hasil render saya 🙂

Edit GoPro time-lapse dengan Vegas

MetaBie 81% – Metaboard taste UsnooBie

Metabie 81% – Metaboard taste Usnoobie

Sebelumnya pernah bikin sistem minimun atmega328 dengan bootloader arduino yang sudah tertanam di dalam mikrokontrolernya dan menggunakan FTDI USB untuk komunikasi ke komputernya. Dan kali ini lagi coba membuat hal yang serupa tapi dengan menggunakan inteface USB langsung antara mikrokontroler dan komputer.

Ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan USBAspLoader. USBAspLoader itu sendiri adalah boot loader (untuk AVR mikrokontroler) yang mengemulasikan USBAsp Programmer dan merupakan salah satu proyek dari V-USB.

Terus ini kenapa dinamakan MetaBie 81%?

Karena board ini dibuat dengan menggunakan firmware yang dipakai di Metaboard dan desain yang mirip USnooBie dan pengerjaannya baru 81%. Hehe…

referensi:

MetaBie 81% – Metaboard taste UsnooBie

Backup otomatis [scheduler] postgres dengan crontab

Gara-gara query sebaris hancur semua data transaksi.

It’s happen to me! Weks!

Hal di atas tidak akan masalah kalo kita memiliki backup database. Penerapan backup secara berkala memang perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya seperti kasus di atas, LOL.

Berikut cara mudah membackup database postgres dengan memanfaatkan cron di lingkungan linux:

1. Buat script shell untuk membackup postgres.

#!/bin/bash
#backup destination
BACKUPDIR="/root/Desktop/simpad.bak"
#postgres host
PGHOST="localhost"
#postgres user
PGUSER="postgres"
#postgres pg_dump location
PGBIN="/user/bin"
#today
TODAY=`date --date="today" +%Y%m%d`
#yesterday
YESTERDAY=`date --date="yesterday yesterday" +%Y%m%d`
#month
themonth=`date --date="today" +%Y%m`
#Ngakalin supaya tidak minta password pada saat backup - weakness!
export PGPASSWORD=mypassword

#create a full backup of the server databases
#$PGBIN/pg_dumpall -h $PGHOST -U $PGUSER | gzip > $BACKUP_DIR/fullbackup-$themonth.sql.gz

#kalau database yang ingin dibackup ada beberapa pake ini
#put the names of the databases you want to create an individual backup below
#dbs=(db1 db2 db3)
#iterate thru dbs in dbs array and backup each one
#for db in ${dbs[@]}
#do
#    $PGBIN/pg_dump -i -h $PG_HOST -U $PGUSER -F c -b -v -f $BACKUPDIR/$tTODAY-$db.backup $db
#done

#backup 1 database saja
DB=sampledb
$PGBIN/pg_dump -i -h $PG_HOST -U $PGUSER -F c -b -v -f $BACKUPDIR/$TODAY-$DB.backup $DB

#this section deletes the previous month of same day backup except for the full server backup
rm -f $BACKUPDIR/*`date --date="last month" +%Y%m%d`*.backup

2. Simpan script di atas. misal:

/root/Desktop/pgbackup.sh

3. Konfigurasi cron, kebetulan OS yang digunakan adalah RHEL.

root@rhel:~# crontab -e
# m  h   dom mon dow user     command
  10 17  *   *   *   *        /root/Desktop/pgbackup.sh

4. Job di atas akan dijalan setiap jam 5 lewat 10 menit

5. Restart cron

root@rhel:~# /etc/init.d/crond restart

6. Selesai

Demikian dokumentasi singkat. 😀
Learn from Reality!

Backup otomatis [scheduler] postgres dengan crontab

“Eksperimin” Babak 2

Setelah percobaan pertama berhasil, ya boleh dikata begitulah kekeke… 😛 ternyata masih ada semangad-semangad yang tertinggal, so sayang khan kalo ga dimanfaatin…

Berikut adalah beberapa beberapa eksperimin yang saya lakukan selama sepekan ini. Oh ya, mengapa saya bilang eksperimin bukan eksperimen? IMO yang saya lakukan adalah bukan suatu hal yang besar, cuma iseng kecil-kecilan ajah, hehe… 😛

Eksperimin I: Lampu Hias

Oke, sebenarnya setelah bermain dengan parallel port + relay + bohlam 40W kemarin saya jadi tertarik sama lampu-lampu kecil [led], jiaa… Pengen modding PC jadinya. Langsung ajah bongkar speker aktip, karena perasaan di situ ada lednya. Siapa tau kalo dicoba-coba colokin kasih daya 12V nyala, kekeke namanya juga coba-coba.

Tuh khan ada lampunya, bukan led tapi lampu hias. Pikir-pikir sejenak, kira-kira kuat ga ya lampu bginian dikasih daya 12V ntar angus lagi! Ahhh, sabodo teing, colok ajah langsung ke PSU and… It’s cool bro! Kelap-kelip kek warung remang-remang, wkk…

lampu nganten

Lampu hiasnya…

Sayangnya cuma ada 2 buah yang nyala, 8 sisanya mati!

Eksperimin II: Led Blink-blink

Hari selanjutnya…
Hmm, keknya 2 lampu kurang seru. Butuh yang lebih hidup dan lebih berwarna-warni. Kaga tau mo beli dimana lednya [yang pasti sih di Glodok banyak] searching di internet ajah and… Ahai ada yang jual! Beli sekalian sama fan yang blink-blink juga, so selain menarik perhatian juga bisa menyejukan saya punya CPU, hehe… 😀

LED

Ayo dirangkai dulu…

LED 2

Abis ntu tinggal di selip-selipin ajah di CPU…

Looks better… 🙂

Eksperimin III: Winamp Plugin Meter

Nah eksperimin yang ke-3 ini rada berhubungan sama parallel port. Lagi nyari referensi tentang led eh nemu link ini. Jadi plugin winamp ini memvisualisasikan suara yang dikeluarkan winamp ke lampu led melalui parallel port.

wnp 1

Rangkai 8 buah led untuk dihubungkan ke parallel port…

wnp 2

Setelah terangkai, hubungkan dengan parallel port

It’s awesome…

Eksperimin IV: Turn it off !!!

Kalo eksperimin yang ke-4 ini emang sengaja dihubung-hubungin, antara postingan yang ini dan yang ini. Terus apa jadinya? Ya jadinya begitu! 😛

Pertama-tama saya seting PC saya sebagai SMS Gateway dengan engginenya pakai Gammu, selain itu saya jadiin PC saya ini sebagai pengontrol alat-alat kelistrikan di sekitarnya dengan memanfaatkan parallel port dan relay board. Abis itu bikinin sebuah program yang mendeteksi kalo ada sms masuk. Nah kalo ada sms masuk dengan format yang sudah ditentukan maka program akan mengeksekusi perintah yang dikirim melalui sms tersebut sehingga berpengaruh pada peralatan kelistrikan yang bersangkutan.

Saya menggunakan perintah sms: Relay n ON/OFF untuk mengontrol alat kelistrikan di kamar saya. Dimana n adalah nomor relay [0-7] dan ON/OFF digunakan untuk menentukan status alat kelistrikan yang bersangkutan [hidup/mati].

Pada eksperimin ini, speker aktip saya terhubung pada relay nomor 6. Jadi ketika saya kirim sms: Relay 6 ON, maka secara otomatis speker aktip di kamar saya hidup. Pun sebaliknya, kalo saya kirim sms: Relay 6 OFF maka PC di kamar saya akan bertindak tegas kepada speker aktip untuk membuatnya diam seketika itu juga! Wkk… 😀

Seperangkat komputer + Spker aktip seadanya...

PC + speker aktip seadanya…

Cerita ilustrasi:
Lagi asik-asik bercengkrama dengan my lovely PC sambil dengerin lagu enak, eh tiba-tiba emak nyuruh beli minyak tanah. Sebagai anak berbakti kepada orang tua berangkatlah saya menuju TKP. WTF!!! Ngantri panjang ajah! Damn, speker aktip masih hidup dirumah malah harus ngantri minyak tanah lagi [maonya dimatiin dulu gitu biar hemat listerik]…
Aha!!! Kirim SMS ajah dan masalah selesai, segitu ajah kok repot!!! Kirim SMS ke emak maksutnya, minta tulung matiin speker aktip di kamar. Jiaaa… 😀

Alhamdulillah…
Makes your imagination comes true!

“Eksperimin” Babak 2

Parallel Port

Motivasi tulisan ini sebenarnya berasal dari blognya om ozzie [Intel 8255 on Slackware 7.1] yang ditulisnya hampir 2 tahun yang lalu, gara-gara baca postingannya sampe sempet kursus microcontroler di Depok. Tapi sayangnya saya ga terusin karena materi yang saya dapat tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Saya pengennya praktek bikin kaya yang ditulis di blognya om ozzie tapi dapetnya materi programing bahasa assembler, secara waktu saya masih awam dengan microcontroler [sekarang juga masih awam sih, hehe :D] so pas daftar kursus dapetnya yang Basic. But no regret for that all… 🙂

Nah sekarang saya telah membangkitkan kembali semangat-semangat terpendam dahulu untuk mempraktekan apa yang telah diposting di blognya om ozzie, walaupun dengan modal ilmu seadanya plus kenekatan plus pernah kesetrum plus baca-baca referensi dari buku maupun internet saya pun melaju, jiaa…

Walaupun agag berbeda dengan om ozzie yang menggunakan PPI 8255 + Slackware 7.1 [yang penting dapet semangadnya bro], disini saya memanfaatkan Paralel Port atau Port Printer + Windows ajah :D. Saya coba yang kira-kira saya mampu dulu. Btw paralel port dengan PPI 8255 sama ajah ya? Anybody could explain to me? I’ll be very glad you know…

Apa sih paralel port? Paralel port ya port yang biasa dipake buat koneksi antara printer dengan komputer [gampangnya sih kek gitu :p] makanya sering juga disebut sebagai printer port. Bentuknya seperti huruf D, terdiri dari 25 pin dan biasanya terletak dibelakang CPU.

Ternyata setelah baca sana-sini, kegunaan paralel port ga hanya untuk koneksi ke printer ajah tapi bisa juga dihubungkan dengan peralatan elektronik di sekitar kita.

Pengennya saya sih yang gampang ajah, yaitu bagaimana saya bisa matiin lampu dikamar tapi dari PC, hehe. So apa yang harus saya lakukan? Ya praktek, secara khan udah punya modalnya.

Pertama-tama saya harus paham dulu konsep kerja dari paralel port minimal di otak saya kegambar lah. Pin dari paralel port ada 25 tapi kita bisa memanfaatkan 8 pin keluaran [data lines] dan sinyal ground [signal ground] ajah. Nah pin keluaran tersebut akan berdaya 0V ketika dalam low logic level (0) dan +5V ketika dalam high logic level(1).


Nah 8 pin keluaran + sinyal ground inih yang nantinya saya hubungkan dengan relay board, terus dari relay board ke peralatan elektronik deh [sampe juga ke inti cerita, huh].

Ngomongin relay board ada cerita lagi  nih, kemaren waktu belinya ditanya sama mas-mas yang jual karena sebelumnya saya mo beli kabel printer juga tapi gak ada, sehinnga akhirnya terkuaklah pertanyaan: “Emangnya mo bikin apa mas?” tanya mas-mas, saya jawab ajah: “Mo bikin interfacing pake VB mas melalui parallel port”. “Wah mesti pake mikon/kit itu mas, tapi kalo mas mo coba ya silahkan [sambil mewanti-wanti saya akan kerusakan yang mungkin terjadi]” balas mas-mas. Dalam hati: “Wah gara-gara gagal nih praktek” secara udah 2 tahun baru semangad mo nyoba lagi eh jadi ketar-ketir denger perkataan mas-mas tadi palagi pasti khan mas-mas itu pasti paham bangat sama microcontroler/instruments electronics. But thank’s mas buat wanti-wantinya, apa mo dikata gairah pengen nyoba postingannya om ozzie udah ga tertahan. Duh ga fokus lagi nih topik, hehe…

Lah kalo relay board apaan? Mmm, pemutus arus listrik? Teori lagi nih, dah ah praktek.. kekekeke…

Bismillah,,,
Relay Board

Akhirnya kebeli juga nih relay board,,,

Relay Board lagi

Tuh ada skemanya, sok dipelajari.. 😀

Hack Gamepas

Karena ga dapet kabel printer maka konektor Gamepad pun jadi, xixixi…

Hack gamepad+hack relay too

Ga ada konektor buat relay yang 10 pin, hmm…

Combine+Solder

Solder!!! Awas panas!!!

Relay Board Ready To Use

Akhirnya selesai sudah perangkaian antar komponen, sebagai bahan testing saya gunakan bohlam 40W [biar terang sekalian, wkk]

Oh ya saya juga bikin interfacenya pakai VB6 …

interfacing1

interfacing2

Let’s taste it,

Alhamdulillah…

Lastly >> Saya ga tau ternyata ada bokap dibelakang lagi ngeliatin saya praktek, then he said: “Lagi ngerakit BOM lo?” me: “????”

Parallel Port

Nyobain SMS Gateway

Finally,,, [lho kok udah ending ajah :D]
Akhirnya bisa juga saya nyobain SMS Gateway secara udah lama nyoba2 ginian ga bisa2, maklum otak paz2an hehe.

SMS Gateway paan sih? SMS Gateway adalah suatu platform yang menyediakan mekanisme untuk EUA menghantar dan menerima SMS dari peralatan mobile (HP, PDA phone, dll) melalui SMS Gateway’s shortcode (sbg contoh 9221), gitu kata om WIKI.

Nah untuk ngebangun SMS Gateway saya menggunakan Gammu sebagai enggine SMS Gatewaynya [boleh dibilang bgitu?] + SE W200i yang digunakan sebagai modem.

Pengen nyobain SMS Gateway juga, tinggal Google ajah tutorialnya, banyak kok… Hehe…

Nih referensi dari saya:

sendsms with gammu

Nyobain SMS Gateway